Chemistry

Soal-Soal Latihan Kimia neh

1. Harga kenaikan titik didih molal (Kb) bergantung pada:

a. jumlah g zat terlarut dalam 1 L larutan
b. jumlah mol zat terlarut dalam 1 L larutan
c. jumlah mol zat terlarut dalam 1 L pelarut
d. jumlah mol zat terlarut dalam 1000 g larutan
e. jumlah mol zat terlarut dalam 1000 g pelarut

2. Di antara larutan berikut ini yang mengandung jumlah partikel terbanyak:

a. AlCl3 0,2M e. C6H12O6 0,3M
b. Ba(NO3)2 0,1M
c. NaCl 0,3M
d. CO(NH2)2 0,2M
e. C6H12O6 0,3M

3. Sifat koligatif larutan ialah sifat larutan yang hanya dipengaruhi oleh:

a. banyaknya partikel zat terlarut d. massa jenis larutan
b. jenis partikel zat terlarut e. warna zat pelarut
c. banyak sedikitnya larutan

4. Di antara larutan zat berikut ini yang titik bekunya paling tinggi adalah:

a. Na2CO3 0,3M c. glukosa 0,8M e. CuSO4 0,2M
b. CH3COOH 0,5 M d. Mg(NO3)2 0,2M

5. Titik didih larutan CaCl2 0,01 molal dan titik didih larutan glukosa (C6H12O6) 0,03 molal adalah sama, karena:

a. keduanya bukan elektrolit
b. keduanya adalah nonelektrolit
c. keduanya adalah elektrolit kuat
d. jumlah partikel yang ada dalam kedua larutan sama banyak
e. derajat ionisasi CaCl2 3x lebih besar daripada derajat ionisasi glukosa

6. Garam NH4Cl yang dilarutkan dalam air akan terjadi larutan yang:

a. titik didih pelarutnya lebih tinggi daripada titik didih larutannya
b. titik beku pelarutnya lebih rendah daripada titik beku larutannya
c. tekanan uap jenuh pelarut murninya lebih rendah daripada tekanan uap jenuh
larutannya 2
d. tekanan osmotik pelarutnya lebih tinggi daripada tekanan osmotik larutannya
e. pH pelarutnya lebih besar daripada pH larutannya

7. Zat yang dilarutkan dalam suatu pelarut akan terjadi larutan yang:

a. titik didih pelarut lebih rendah daripada titik didih larutannya
b. titik beku pelarut lebih tinggi daripada titik beku larutannya
c. tekanan uap jenuh pelarut murni lebih tinggi daripada tekanan uap jenuh larutannya
d. tekanan osmotik pelarut lebih tinggi daripada tekanan osmotik larutannya
e. massa jenis pelarut lebih besar daripada massa jenis larutannya

8. Di antara larutan zat berikut ini yang titik bekunya paling rendah adalah:

a. Na2CO3 0,3M c. glukosa 0,8M e. CuSO4 0,2M
b. CH3COOH 0,5 M d. Mg(NO3)2 0,2M

9. NaCl 1m artinya:

a. 1 mol NaCl dalam 1000 g pelarut d. 1 g NaCl dalam 1 L larutan
b. 1 mol NaCl dalam 1000 g larutan e. 1 g NaCl dalam 1 L larutan
c. 1 mol NaCl dalam 1 L larutan

10 . Larutan A mempunyai tekanan osmotik lebih besar daripada larutan B, maka larutan
A terhadap larutan B disebut:

a. isotonik
b. hipotonik
c. hipertonik
d. supertonik
e. monotonik

11. Ca(NO3)2 ——> Ca2+ + 2NO3-

a. derajat ionisasi = 1
b. n = 2 d. n disebut faktor van’t Hoff larutan menjadi 2x
c. merupakan elektrolit biner
d. n disebut faktor van’t Hoff larutan menjadi 2x
e. jumlah partikel
dalam

neh ada lagi yang susah
kalau tau cment k w ya

Soal 1 (13 poin) KOEFISIEN REAKSI DAN LARUTAN ELEKTROLIT
Koefisien reaksi merupakan langkah penting untuk mengamati proses berlangsungnya reaksi kimia berlangsung. Lengkapi koefisien reaksi-reaksi kimia berikut:
a. Hg + HNO3  Hg2(NO3)2 + NO + H2O (1 poin)
b. CuS + HNO3  Cu(NO3)2 + NO + H2O + S (1 poin)
c. Au + NO3- + H+ + Cl-  AuCl4- + NO + H2O (1 poin)
Anda melarutkan 1 gram NaCl dalam campuran 90 mL larutan HCl pH=1 dan 10 mL larutan 0,1 M HAsetat (Ka = 1,8 x 10-5).
a. Perkiranlah berapa pH campuran larutan tersebut. (2 poin)
b. Berapa mL larutan NaOH 0,1 M yang dibutuhkan untuk menetralkan semua kandungan asam dalam campuran larutan tersebut. Tuliskan reaksi yang terjadi (3 poin)
c. Setelah semua asam dinetralkan, bagaimana pH larutan tersebut ? Bersifat asam, basa atau netral. Jelaskan jawaban anda (3 poin)
Soal 2 ( 13 poin) MINERAL PERAK SULFIDA
Geologist mengetahui komposisi mineral dengan menganalisis kandungan unsur atau senyawa. Suatu sampel mineral perak sulfida, selain mengandung perak dan belerang, juga mengandung unsur X (bilangan oksidasi +4). Massa perak dalam mineral ini besarnya 11,9 kali massa X. Sebanyak 10 gram mineral ini bereaksi sempurna dengan 295 mL gas hidrogen pada 400K dan 1 atm dan menghasilkan perak sulfida, H2S dan XS. Jika diketahui R =0,082 L atm/Kmol.
a. Tuliskan persamaan reaksi mineral tersebut dengan hydrogen. Dalam mineral, anggap jumlah atom perak = a dan jumlah atom X = b, koefisien lain harus dinyatakan dalam a dan atau b. (5 poin)
b. Hitung jumlah mol gas hidrogen total yang digunakan pada reaksi tersebut. (2 poin)
c. Hitung jumlah mol mineral tersebut yang dinyatakan dalam besaran b (2 poin)
d. Hitung perbandingan a:b (2 poin)
e. Hitung Ar X dan tentukan nama unsur X tersebut (2 poin)

Soal 3 (12 poin): ASAM SULFAT
Pada label botol asam sulfat pekat tertera data: Konsentrasi 95-98%, 1 L = 1,84 Kg. Mr=98.
Untuk mendapatkan konsentrasi yang tepat, seorang siswa mengambil 5,00 mL larutan pekat ini dan kemudian diencerkan dengan air sampai tepat 500,00 mL. Setelah itu, dia mengambil 2 sampel asam sulfat yang telah diencerkan ini, masing-masing sebanyak 10,00 mL dan dititrasi dengan larutan Natrium hidroksida dengan konsentrasi b M. Diperoleh data pemakaian larutan Natrium hidroksida terdekat sbb:
Sampel 1 2
Volume Natrium hidroksida (mL) a1 a2
a. Tuliskan persamaan reaksi setara antara larutan asam sulfat dengan natrium hidroksida. (1 poin)
b. Berapa konsentrasi asam sulfat yang telah diencerkan tersebut? Nyatakan jawaban anda dalam a1, a2 dan b dalam satuan M. (3 poin)
c. Hitung persen massa asam sulfat pekat yang dinyatakan dalam a1, a2 dan b. (2 poin)
d. Hitung fraksi mol asam sulfat pekat jika b(a1+a2)= 7,1702. (2 poin)
Kemudian, larutan asam sulfat tersebut diencerkan terus dilakukan sampai diperoleh larutan dengan konsentrasi 1,0 x10-7 M. Bila diketahui tetapan ionisasi kedua asam sulfat K2 = 1,2×10-2, maka:
a. Tuliskan perbandingan konsentrasi spesi spesi kimia yang setara dengan K2. (1 poin)
b. Tuliskan persamaan konsentrasi spesi spesi kimia selain [H+] dan [OH-] yang jumlahnya setara dengan 1,0 x10-7M (2 poin)
g. Hitung pH larutan asam sulfat encer tersebut. (1 poin)
Soal 4 ( 16 poin) SUPERNOVA E0102-72 dan BENTUK MOLEKUL
Sisa dari SupernovaE0102-72 yang berjarak 200000 tahun cahaya dari bumi, diketahui memiliki kandungan oksigen milyaran kali lebih banyak dibandingkan dengan kandungan oksigen yang ada di bumi. Karena temperaur yang sangat tinggi, atom oksigen dalam supernova tersebut mengalami ionisasi berulang kali sehingga menjadi spesi yang mirip atom H (O7+). Keberadaan ion ini terdeteksi dari garis Lyman yang sangat spesifik yaitu transisi dari n=2 ke n=1.
a. Hitung panjang gelombang garis Lyman ion O7+ tersebut jika diketahui tetapan Rydberg = 1,0974×107m-1 (3 poin)
b. Unsur lain dalam keadaan serupa/ mirip hidrogen yang juga terdapat pada supernova tersebut memiliki garis Lyman dengan panjang gelombang 1,2 nanometer (nm). Tentukan nama unsur tersebut. (3 poin)
Berdasarkan teori tolakan pasangan elektron, berbagai molekul senyawa kimia dapat memiliki bentuk geometri tertentu. Molekul tersebut dapat berbentuk lurus, piramida, seperti huruf V, huruf T dan sebagainya. Berdasarkan teori tersebut, gambarkan bentuk molekul senyawa berikut dan perkirakan besar sudut-sudutnya:
H2O NH3 BrF3 HCN O3
(masing masing 2 poin)
Soal 5 (11 poin) KESETIMBANGAN HETEROGEN.
Padatan MgCO3 bila didiamkan dalam ruang tertutup akan terurai sesuai reaksi kesetimbangan berikut ini:
MgCO3 (s) D MgO (s) + CO2 (g)
Pada temperatur 25 oC nilai Kp reaksi tersebut adalah 3 x 10-9
Berikut ini adalah data entalpi pembentukan senyawa senyawa yang berada dalam kesetimbangan tersebut pada temperatur 25 oC:
Senyawa Hof, kJ/mol
MgO (s)
CO2 (g)
MgCO3 (s) -601,7
-393,5
-1095,8
Maka:
a. Tentukanlah Ho reaksi pemanasan padatan MgCO3. Atas dasar hasil yang diperoleh, apakah reaksi penguraian tesebut eksoterm atau endoterm? (3 poin)
b. Berdasarkan nilai Kp, pada tempertaur 25 OC, apakah MgCO3 cenderung terurai? (1 poin)
c. Bila pada 25oC dalam wadah tertutup terdapat sejumlah MgCO3, berapa tekanan parsial CO2 ketika tercapai keadaan kesetimbangan. (3 poin)
d. Berapa temperatur kesetimbangan bila nilai Kp = 1 (4 poin)
Soal 6 (12 poin): Kinetika Reaksi
Reaksi penguraian dimetil eter mengikuti persamaan berikut :
(CH3)2O(g)  CH4(g) + H2(g) + CO(g)
Pada temp. 450 oC nilai tetapan laju reaksi (k) orde pertama sebesar 3,2104 s1.
Reaksi ini dilakukan dalam wadah tertutup dengan volume tetap. Asumsikan semua gas yang terlibat adalah gas ideal.
a. Tentukanlah persamaan laju berkurangnya dimetil eter berdasarkan hukum laju terintegrasi. (1 poin)
Pada saat awal reaksi hanya terdapat dimetil eter yang tekanannya 0,35 atm. Setelah reaksi berlangsung selama 8 menit,
b. Hitung tekanan parsial dimetil eter setelah 8 menit. (4 poin)
c. Hitunglah tekanan di dalam wadah tersebut setelah 8 menit. (2 poin)
Bila waktu paruh (t1/2) reaksi orde pertama tersebut pada temperatur 500 0C adalah 25 menit,
d. Tentukanlah nilai tetapan laju reaksi, k, pada temperatur 500 oC.
(2 poin)
e. Tentukanlah energi aktifasi, Ea, reaksi tersebut (3 poin)
Soal 7 (15 poin) SEL GALVANI
Diketahui garam Cr(NO3)3 dan Zn(NO3)2 mudah larut dalam air, pada keadaan standard (25o, 1atm, 1M, potensial reduksi
Cr3+(aq) + 3e gCr (s) Eored= -0,740 V
Zn2+(aq) + 2e gZn (s) Eored= -0,763 V
a. Ramalkanlah apakah logam Cr dapat teroksidasi bila dicelupkan kedalam larutan Zn(NO3)2 , jelaskan (2 poin)
b. Tuliskanlah notasi sel Galvani yang dibuat dengan elektroda Cr dicelupkan dalam larutan Cr(NO3)3 1 M dan elekroda Zn dalam larutan Zn(NO3)2 1 M. (2 poin)
c. Hitunglah tetapan kesetimbangannya (3 poin)
d. Perhatikan diagram berikut ini:

Categories: Chemistry | Tags: , , , , , , | 9 Comments

Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit

1. LARUTAN

Larutan adalah campuran yang bersifat homogen atau sama. Jika anda melarutkan 2 sendok makan gula putih (pasir) ke dalam segelas air, maka Anda telah mendapatkan larutan gula. Terdapat 2 larutan yaitu; larutan Elektrolit dan Larutan Non-Elektrolit.

1.1 Larutan Elektrolit
Larutan elektrolit merupakan larutan yang dibentuk dari zat elektrolit. Sedangkan zat elektrolit itu sendiri merupakan zat-zat yang di dalam air terurai membentuk ion-ionnya. Zat elektrolit yang terurai sempurna di dalam air disebut Elektrolit Kuat dan larutan yang dibentuknya disebut Larutan Elektrolit Kuat. Zat elektrolit yang hanya terurai sebagian membentuk ion-ionnya di dalam air disebut Elektrolit Lemah dan larutan yang dibentuknya disebut Larutan Elektrolit Lemah.
1.2 Larutan Non-Elektrolit
Larutan non elektrolit merupakan larutan yang dibentuk dari zat non elektrolit. Sedangkan zat non elektrolit itu sendiri merupakan zat-zat yang di dalam air tidak terurai dalam bentuk ion-ionnya, tetapi terurai dalam bentuk molekuler.
1.3 Membedakan Larutan Elektrolit dan Larutan Non Elektrolit
Larutan elektolit dan non elektrolit dapat dibedakan dengan jelas dari sifatnya yaitu penghantaran Listrik.
a). Larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik.
Hal ini untuk pertama kalinya diterangkan oleh Svante August Arrhenius(1859-1927), seorang ilmuwan dari Swedia. Arrhenius menemukan bahwa zat elektrolit dalam air akan terurai menjadi partikel-partikel berupa atom atau gugus atom yang bermuatan listrik. Karena secara total larutan tidak bermuatan, maka jumlah muatan positif dalam larutan harus sama dengan muatan negatif.
Atom atau gugus atom yang bermuatan listrik itu dinamai ion. Ion yang bemuatan positif disebut kation, sedangkan ion yang bermuatan negatif disebut anion. Pembuktian sifat larutan elektrolit yang dapat menghantarkan listrik ini dapat diperlihatkan melalui eksperimen. Zat-zat yang tergolong elektrolit yaitu asam, basa, dan garam.
Contoh larutan elektrolit kuat : HCl, HBr, HI, HNO3, dan lain-lain
Contoh larutan elektrolit lemah :CH3COOH, Al(OH)3 dan Na2CO3
b). Larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik.
Adapun larutan non elektrolit terdiri atas zat-zat non elektrolit yang tidak dilarutkan ke dalam air tidak terurai menjadi ion ( tidak terionisasi ). Dalam larutan, mereka tetap berupa molekul yang tidak bermuatan listrik. Itulah sebabnya larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik. Pembuktian sifat larutan non elektrolit yang tidak dapat menghantarkan listrik ini dapat diperlihatkan melalui eksperimen.
Contoh larutan non elektrolit : Larutan Gula (C12H22O11), Etanol (C2H5OH), Urea (CO(NH)2), Glukosa (C6H12O6), dan lain-lain

1.4 Kekuatan Elektrolit
Kekuatan suatu elektrolit ditandai dengan suatu besaran yang disebut derajat ionisasi (α)

Keterangan :
Elektrolit kuat memiliki harga α = 1, sebab semua zat yang dilarutkan terurai menjadi ion.
Elektrolit lemah memiliki harga α<1, sebab hanya sebagian yang terurai menjadi ion.
Adapun non elektrolit memiliki harga α = 0, sebab tidak ada yang terurai menjadi ion.

Elektrolit kuat : α = 1(terionisasi sempurna)
Elektrolit lemah : 0 < α < 1 (terionisasi sebagian)
Non Elektrolit : α = 0 (tidak terionisasi)

1.5 Reaksi Ionisasi Elektrolit Kuat

Larutan yang dapat memberikan lampu terang, gelembung gasnya banyak, maka laurtan ini merupakan elektrolit kuat. Umumnya elektrolit kuat adalah larutan garam. Dalam proses ionisasinya, elektrolit kuat menghasilkan banyak ion maka  = 1 (terurai senyawa), pada persamaan reaksi ionisasi elektrolit kuat ditandai dengan anak panah satu arah ke kanan.

Perlu diketahui pula elektrolit kuat ada beberapa dari asam dan basa.
Contoh :
NaCl (aq)

KI (aq)

Ca(NO3)2(g) Na+(aq) + Cl-(aq)

K+(aq) + I-(aq)

Ca2+(aq) + NO3-(aq)

Di bawah ini diberikan kation dan anion yang dapat membentuk elektrolit kuat.
Kation : Na+, L+, K+, Mg2+, Ca2+, Sr2+, Ba2+, NH4+
Anion : Cl-, Br-, I-, SO42-, NO3-, ClO4-, HSO4-, CO32-, HCO32-

Cobalah Anda buatkan 5 macam garam lengkap dengan reaksi ionisasinya sesuai dengan kation dan anion pembentuknya seperti di bawah ini.
No. Kation dan Anion Rumus Senyawa Reaksi Kimia
1.
2.
3.
4.
5.
Mg2+Br-
Na+SO42-
Ca2+ClO4-
Ba2+NO32-
NH4+Cl-

Jawaban :
Mg2+
Br-
MgBr2
Mg2+ + 2Br-
Na+
SO42-
Na2SO4
2Na+ + SO42-
Ca2+
ClO4-
Ca(ClO4)4
Ca2+ + 2ClO4-
Ba2+
NO32-
Ba(NO3)2
Ba2+ + 2NO3-
NH4+
Cl-
NH4Cl
NH4+ + Cl-

1.6 Reaksi Ionisasi Elektrolit Lemah

Larutan yang dapat memberikan nyala redup ataupun tidak menyala, tetapi masih terdapat gelembung gas pada elektrodanya maka larutan ini merupakan elekrtolit lemah. Daya hantarnya buruh dan memiliki á (derajat ionisasi) kecil, karena sedikit larutan yang terurai (terionisasi). Makin sedikit yang terionisasi, makin lemah elektrolit tersebut. Dalam persamaan reaksi ionisasi elektrolit lemah ditandai dengan panah dua arah (bolak-balik) artinya tidak semua molekul terurai (ionisasi tidak sempurna)
Contoh:
CH3COOH(aq)

NH4OH(g) CH3COO-(aq) + H+(aq)

NH4+(aq) + OH-(aq)

Di bawah ini diberikan beberapa larutaan elektrolit lemah, tuliskanlah reaksi ionisasinya.
a. H2S(aq)
b. H3PO4 (aq)
c. HF(g) d. HCOOH(aq)
e. HCN(aq)
Jawaban :
a. H2S(aq)

b. H3PO4 (aq)

c. HF(g)

d. HCOOH(aq)

e. HCN(aq) 2H+(aq) + S2-(aq)

3H+(aq) + PO43-(aq)

H+(aq) + F-(aq)

H+(aq) + HCOO+(aq)

H+(aq) + CN-(aq)

2. Cara Larutan Elektrolit Menghantarkan Arus Listrik

Pada tahun 1884, Svante Arrhenius, ahli kimia terkenal dari Swedia mengemukakan teori elektrolit yang sampai saat ini teori tersebut tetap bertahan padahal ia hampir saja tidak diberikan gelar doktornya di Universitas Upsala, Swedia, karena mengungkapkan teori ini. Menurut Arrhenius, larutan elektrolit dalam air terdisosiasi ke dalam partikel-partikel bermuatan listrik positif dan negatif yang disebut ion (ion positif dan ion negatif) Jumlah muatan ion positif akan sama dengan jumlah muatan ion negatif, sehingga muatan ion-ion dalam larutan netral. Ion-ion inilah yang bertugas mengahantarkan arus listrik.

” Larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik karena mengandung ion-ion yang dapat bergerak bebas. Ion-ion itulah yang menghantarkan arus listrik melalui larutan”.
Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit.
Larutan ini memberikan gejala berupa menyalanya lampu atau timbulnya gelembung gas dalam larutan.
Larutan elektrolit mengandung partikel-partikel yang bermuatan (kation dan anion). Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh Michael Faraday, diketahui bahwa jika arus listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit akan terjadi proses elektrolisis yang menghasilkan gas. Gelembung gas ini terbentuk karena ion positif mengalami reaksi reduksi dan ion negatif mengalami oksidasi. Contoh, pada laruutan HCl terjadi reaksi elektrolisis yang menghasilkan gas hidrogen sebagai berikut.

HCl(aq)→ H+(aq) + Cl-(aq)
Reaksi reduksi : 2H+(aq) + 2e- → H2(g)
Reaksi oksidasi : 2Cl-(aq) → Cl2(g) + 2e-
Larutan elektrolit terdiri dari larutan elektrolit kuat contohnya HCl, H2SO4, dan larutan elektrolit lemah contohnya CH3COOH, NH3, H2S.
Larutan elektrolit dapat bersumber dari senyawa ion (senyawa yang mempunyai ikatan ion) atau senyawa kovalen polar (senyawa yang mempunyai ikatan kovalen polar)

Zat elektrolit yang terurai dalam air menjadi ion-ion :
HaCl (s) Na+ (aq) + Cl- (aq)
HCl (g) H+ (aq) + Cl- (aq)
H2SO4 (aq) 2H+ (aq) + SO4 2- (aq)
HaOH (s) Na+ (aq) + OH- (aq)
CH3COOH (l) CH3COO- (aq) + H+ (aq)
Zat non elektrolit yang tidak terurai menjadi ion-ion, tapi tetap berupa molekul
C2H5OH (l) C2H5OH (aq)
CO(NH2)2 (s) CO(NH2)2 (aq)
Reaksi peruraian disebut elektrolisis
Reaksi reduksi : pada katode, electron ditangkap oleh ion
Reaksi oksidasi : pada anode, ion akan melepaskan electron
Berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen
Reaksi oksidasi : reaksi pengikatan oksigen
Contoh : C6H1206 CO2 + 6H2O
3S + 2KClO3 2KCl + 3SO2
Reaksi Reduksi :Reaksi pelepasan oksigen
Contoh : Fe2O3 + 3CO 2Fe2 + 3CO2
CuO + H2 Cu + H2O

3. Hubungan Keelektrolitan dengan ikatan kimia
3.1 Senyawa Ion

Sebagai contoh dari kegiatan percobaan yang tergolong larutan elektrolit yang berikatan ion adalah garam dapur.

Dapatkah Anda membedakan daya hantar listrik untuk garam pada saat kristal, lelehan dan larutan?

Cobalah perhatikan uraian berikut.
NaCl adalah senyawa ion, jika dalam keadaan kristal sudah sebagai ion-ion, tetapi ion-ion itu terikat satu sama lain dengan rapat dan kuat, sehingga tidak bebas bergerak. Jadi dalam keadaan kristal (padatan) senyawa ion tidak dapat menghantarkan listrik, tetapi jika garam yang berikatan ion tersebut dalam keadaan lelehan atau larutan, maka ion-ionnya akan bergerak bebas, sehingga dapat menghantarkan listrik.

Pada saat senyawa NaCl dilarutkan dalam air, ion-ion yang tersusun rapat dan terikat akan tertarik oleh molekul-molekul air dan air akan menyusup di sela-sela butir-butir ion tersebut (proses hidasi) yang akhirnya akan terlepas satu sama lain dan bergerak bebas dalam larutan.
Yang termasuk ke dalam senyawa ion adalah senyawa basa dan garam.
NaCl (s) + air Na+ (aq) + Cl-(aq)

Gambar 5. Proses pelarutan padatan kristal

3.2 Senyawa Kovalen

Senyawa kovalen terbagi menjadi senyawa kovalen non polar misalnya : F2, Cl2, Br2, I2, CH4 dan kovalen polar misalnya : HCl, HBr, HI, NH3.
Dari hasil percobaan, hanya senyawa yang berikatan kovalen polarlah yang dapat menghantarkan arus listrik. Bagaimanakah hal ini dapat dijelaskan?

Kalau kita perhatikan, bahwa HCl merupakan senyawa kovalen di atom bersifat polar, pasangan elektron ikatan tertarik ke atom Cl yang lebih elektro negatif dibanding dengan atom H. Sehingga pada HCl, atom H lebih positif dan atom Cl lebih negatif.

Struktur lewis:

Reaksi ionisasi nya adalah sebagai berikut : HCL(aq) H+(aq) + Cl-(aq)
Jadi walaupun molekul HCl bukan senyawa ion, jika dilarutkan ke dalam air maka larutannya dapat menghantarkan arus listrik karena menghasilkan ion-ion yang bergerak bebas.
HCl(g) + H2O(l)

HCl(g)

HCl(g) H3O+(aq) + Cl-(aq)

H3O+ + Cl-(g)

H+(aq) + Cl-(aq)

Apakah HCl dalam keadaan murni dapat menghantarkan arus listrik? Karena HCl dalam keadaan murni berupa molekul-molekul tidak mengandung ion-ion, maka cairan HCl murni tidak dapat menghantarkan arus listrik.

4. Kesimpulan
Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa suatu larutan akan dapat menghantarkan listrik apabila lrutan tersebut memiliki ion-ion yang bergerak bebas, tapi apabila ion-ion berbentuk rapat dan kuat, sehingga tidak dapat bergerak bebas maka larutan tersebut tidak dapat menghantarkan listrik.

kimx07_4

Categories: Chemistry | Tags: , , , , , | 42 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.